TERJEBAK DALAM BAYANGAN DIRI YANG DULU

Kadang, tanpa sadar ...
Aku terus menatap kebelakang. Melihat versi diriku yang dulu- yang dulu lebih kuat, yang dulu lebih semangat, yang dulu lebih percaya diri, yang dulu penuh harapan, yang dulu bisa tertawa tanpa pura-pura, dan yang dulu percaya bahwa masa depan adalah sesuatu yang mungkin.
Tapi kini ...
Semua terasa jauh. Dan diriku yang sekarang hanya bisa menatap bayangan itu- dalam diam, dalam rindu, dalam rasa bersalah.
"Kenapa aku berubah sejauh ini ?"
"Kenapa rasanya tak bisa kembali ?"
Tapi perlahan aku mengerti bahwa ...
Bayangan diriku yang dulu bukanlah penjara. Ia adalah pengingat ... bahwa aku pernah merasa hidup. Dan itu berarti- aku masih bisa merasa hidup lagi.
Mungkin aku berubah karena luka. Mungkin aku diam karena lelah. Mungkin aku tertinggal ... bukan karena malas, tapi karena hidup terlalu banyak menguji.
Aku mungkin kehilangan keceriaan, tapi aku sedang belajar ketenangan. Aku mungkin tak sekuat dulu, tapi aku sedang belajar bertahan dalam senyap.
Aku tidak perlu jadi seperti dulu untuk merasa cukup. Aku tidak harus jadi versi terbaik dari masa lalu, untuk bisa dicintai hari ini.
Diri yang dulu adalah bagian dari diriku, tapi bukan tujuan akhirnya. Aku masih terus tumbuh. Masih belajar menerima. Masih mencari cahaya- walau dengan tangan yang gemetar.
Aku tidak ingin memaksa diriku untuk kembali menjadi seperti dulu. Aku ingin memeluk versi diriku hari ini. Karena disanalah aku akan menemukan harapan yang baru ... yang mungkin lebih nyata dan lebih dalam.









Peluk hangat,
Intaa 🌷




Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Identitas: Pengertian, Penyebab, Tanda, Dampak dan Cara Mengatasinya

50 Kalimat Motivasi dari Tokoh Dunia yang Penuh Makna

Rekomendasi Barang Aestetik Di Shopee yang Wajib Kamu Intip !