HIDUP, TAPI TAK BENAR-BENAR HIDUP
Pernah nggak, kamu merasa seperti ... kamu ada, tapi tak benar-benar hadir.
Hari-hari terasa sama. Langit biru pun terasa seperti abu-abu. Orang-orang tertawa, tapi suaranya tak sampai ke hatimu.
Kamu berjalan, bekerja, tersenyum ... tapi di dalam diri terasa seperti kosong. Seperti rumah yang semua lampunya padam.
Rasanya seperti berada di tengah karamaian, tapi tak terlihat. Rasanya seperti memeluk udara, dan berharap ada yang membalas untuk memeluk jiwa kita.
Itulah rasanya: hidup, tapi tak benar-benar hidup.
Dan kamu mungkin bertanya, "kenapa aku seperti ini ?"
"Kenapa aku masih disini jika hanya setengah hidup ?"
Tapi mungkin ...
Dalam diam dan sepi itu, ada bagian dari dirimu yang masih ingin pulih. Masih ingin bangkit. Dan masih ingin merasa hidup sungguh-sungguh.
Jangan pernah salahkan dirimu atas perasaan ini. Jangan paksa dirimu untuk selalu terlihat bahagia jika hatimu sedang terluka. Kamu berhak istirahat. Dan kamu berhak bernapas tanpa dikejar siapa pun.
Tak apa jika hari ini kamu hanya diam. Tak apa jika hari ini kamu merasa kosong. Tak apa jika hari ini kamu belum tahu kemana langkahmu berikutnya.
Yang penting: kamu masih disini. Masih bertahan. Masih bernapas. Dan itu ... sudah luar biasa.
Kamu tidak harus terburu-buru "hidup" seperti orang lain. Kamu boleh menemukan hidupmu ... dengan caramu sendiri. Dan dengan waktumu sendiri.
Suatu hari nanti, kamu akan bangun dan benar-benar merasa hidup lagi.
Tunggu sebentar lagi. Jangan pergi. Karena dunia belum selesai menunjukkan bagian terindahnya kepadamu.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Hari-hari terasa sama. Langit biru pun terasa seperti abu-abu. Orang-orang tertawa, tapi suaranya tak sampai ke hatimu.
Kamu berjalan, bekerja, tersenyum ... tapi di dalam diri terasa seperti kosong. Seperti rumah yang semua lampunya padam.
Rasanya seperti berada di tengah karamaian, tapi tak terlihat. Rasanya seperti memeluk udara, dan berharap ada yang membalas untuk memeluk jiwa kita.
Itulah rasanya: hidup, tapi tak benar-benar hidup.
Dan kamu mungkin bertanya, "kenapa aku seperti ini ?"
"Kenapa aku masih disini jika hanya setengah hidup ?"
Tapi mungkin ...
Dalam diam dan sepi itu, ada bagian dari dirimu yang masih ingin pulih. Masih ingin bangkit. Dan masih ingin merasa hidup sungguh-sungguh.
Jangan pernah salahkan dirimu atas perasaan ini. Jangan paksa dirimu untuk selalu terlihat bahagia jika hatimu sedang terluka. Kamu berhak istirahat. Dan kamu berhak bernapas tanpa dikejar siapa pun.
Tak apa jika hari ini kamu hanya diam. Tak apa jika hari ini kamu merasa kosong. Tak apa jika hari ini kamu belum tahu kemana langkahmu berikutnya.
Yang penting: kamu masih disini. Masih bertahan. Masih bernapas. Dan itu ... sudah luar biasa.
Kamu tidak harus terburu-buru "hidup" seperti orang lain. Kamu boleh menemukan hidupmu ... dengan caramu sendiri. Dan dengan waktumu sendiri.
Suatu hari nanti, kamu akan bangun dan benar-benar merasa hidup lagi.
Tunggu sebentar lagi. Jangan pergi. Karena dunia belum selesai menunjukkan bagian terindahnya kepadamu.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.
Komentar
Posting Komentar