APAKAH AKU DICINTAI, ATAU HANYA DIMANFAATKAN ?

Mereka datang saat butuh. Meminta waktumu dan perhatianmu. Dan kamu, seperti biasa, selalu berusaha untuk ada. Karena kamu pikir ... itulah cinta. Itulah cara menunjukkan bahwa kamu peduli.
Tapi lama-kelamaan ... kamu mulai lelah. Karena saat kamu yang membutuhkan sesuatu, mereka semua hening. Tak ada yang benar-benar melihatmu.
Lalu kamu mulai bertanya:
"Apakah aku dicintai, atau hanya dimanfaatkan?"
Cinta tidak seharusnya membuatmu bertanya terus-menerus. Cinta tidak seharusnya membuatmu merasa sendirian, bahkan ketika kamu bersama.
Cinta yang tulus tidak datang hanya saat kamu berguna. Ia akan tetap tinggal saat kamu tak memberi apa pun. Ia hadir bukan karena butuh, tapi karena ingin bersamamu- sebagai dirimu, bukan sebagai sumber manfaat.
Cinta yang tulus akan tetap tinggal meski kamu tidak sedang memberi. Ia akan peduli meski kamu sedang diam. Ia akan merangkul, bukan hanya menadahkan tangan.
Kamu tidak egois karena berharap untuk dicintai balik. Karena cinta yang sehat, bukan hanya tentang memberi- tapi juga tentang dijaga, dihargai dan ditemani.
Kamu bukan alat. Kamu adalah seseorang yang layak dicintai sepenuhnya. Tanpa syarat. Tanpa imbalan.
Dan cinta yang benar-benar tulus ... tidak akan membuatmu merasa seperti beban. Tapi seperti rumah.









Peluk hangat,
Intaa 🌷





Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Identitas: Pengertian, Penyebab, Tanda, Dampak dan Cara Mengatasinya

50 Kalimat Motivasi dari Tokoh Dunia yang Penuh Makna

Rekomendasi Barang Aestetik Di Shopee yang Wajib Kamu Intip !