APAKAH AKU CUKUP, MESKI BELUM SEMPURNA ?
Ada malam-malam dimana aku merasa asing dengan diriku sendiri. Aku melihat pantulan wajahku di cermin, lalu aku bertanya dalam hati, "Apakah aku cukup ... meski belum sempurna ?"
Aku sering membandingkan diriku dengan orang lain- dengan mereka yang terlihat lebih hebat, lebih kuat, lebih bahagia.
Sementara aku ...
Masih berkutat dengan luka yang belum sembuh, dengan mimpi yang belum tercapai, dan dengan hati yang kadang ingin menyerah.
Dunia sering membuatku merasa harus jadi sesuatu yang lebih. Lebih pintar, lebih berhasil. Seolah diriku yang sekarang ... belum layak dicintai
Sampai aku lupa, bahwa cukup bukan soal jadi yang paling segalanya. Cukup adalah ketika aku bisa menerima diriku sendiri dengan tulus. Dengan luka-luka yang pernah ada, dengan cerita yang belum selesai, dan dengan kekurangan yang perlahan sedang aku peluk.
Mungkin aku belum bisa membanggakan banyak hal. Dan mungkin aku belum bisa menjadi versi terbaik yang aku bayangkan. Tapi aku sedang mencoba setiap hari. Dan itu pun adalah sesuatu yang patut dihargai.
Aku cukup, karena aku terus belajar.
Aku cukup, karena aku tidak menyerah.
Aku cukup, karena aku adalah aku-
Dan itu sudah sangat berarti.
Jadi, jika suatu hari nanti aku kembali meragukan diriku sendiri, aku harap aku bisa mengingat ini : aku tidak harus sempurna ... untuk layak dicintai. Termasuk oleh diriku sendiri.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Aku sering membandingkan diriku dengan orang lain- dengan mereka yang terlihat lebih hebat, lebih kuat, lebih bahagia.
Sementara aku ...
Masih berkutat dengan luka yang belum sembuh, dengan mimpi yang belum tercapai, dan dengan hati yang kadang ingin menyerah.
Dunia sering membuatku merasa harus jadi sesuatu yang lebih. Lebih pintar, lebih berhasil. Seolah diriku yang sekarang ... belum layak dicintai
Sampai aku lupa, bahwa cukup bukan soal jadi yang paling segalanya. Cukup adalah ketika aku bisa menerima diriku sendiri dengan tulus. Dengan luka-luka yang pernah ada, dengan cerita yang belum selesai, dan dengan kekurangan yang perlahan sedang aku peluk.
Mungkin aku belum bisa membanggakan banyak hal. Dan mungkin aku belum bisa menjadi versi terbaik yang aku bayangkan. Tapi aku sedang mencoba setiap hari. Dan itu pun adalah sesuatu yang patut dihargai.
Aku cukup, karena aku terus belajar.
Aku cukup, karena aku tidak menyerah.
Aku cukup, karena aku adalah aku-
Dan itu sudah sangat berarti.
Jadi, jika suatu hari nanti aku kembali meragukan diriku sendiri, aku harap aku bisa mengingat ini : aku tidak harus sempurna ... untuk layak dicintai. Termasuk oleh diriku sendiri.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.
Komentar
Posting Komentar