UNTUK SIAPA AKU BERTAHAN SELAMA INI ?
Kadang, saat malam tiba dan semuanya sunyi, aku menatap langit dan bertanya pada diriku sendiri "untuk siapa aku bertahan selama ini ?"
Apakah untuk orang-orang yang menaruh harapan padaku ? Apakah untuk keluarga yang ingin agar aku berhasil ? Apakah untuk teman-teman yang ingin menungguku sukses ? Ataukah hanya untuk membuktikan pada dunia ... bahwa aku bukan orang yang gagal ?
Aku selalu mencoba untuk menjadi kuat, aku selalu mencoba untuk terlihat mampu, dan aku selalu mencoba untuk tidak menunjukkan air mata meski hatiku nyaris hancur.
Aku berlari sekuat yang aku bisa, mengejar sesuatu yang entah ... pengakuan ? Penerimaan ? Atau hanya ingin membuktikan bahwa aku layak untuk dicintai ?
Seringkali aku merasa, aku berjuang agar tak dipandang rendah oleh orang lain.
Tapi semakin jauh aku berlari, semakin aku merasa kosong. Karena ternyata, aku tidak benar-benar berjuang untuk diriku sendiri. Aku hanya takut ... tak dianggap, tak dilihat, dan tak diakui.
Lalu aku terdiam.
Apakah ini perjuangan ... atau justru pelarian?
Dan di titik itu aku sadar ...
Selama ini aku terlalu sibuk membuktikan diriku dihadapan orang lain. Aku lupa, bahwa perjuangan paling tenang adalah saat aku tak lagi berjuang untuk dunia, tapi untuk kembali pulang dengan jiwa yang lebih jujur dan utuh.
Hari ini, aku ingin memperbaiki niatku- aku ingin berjuang bukan untuk dilihat, tapi agar aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Dan jika aku harus terus melangkah, biarlah langkah ini mengarah pada ketenangan, dan bukan sekedar pengakuan.
Peluk hangat,
Apakah untuk orang-orang yang menaruh harapan padaku ? Apakah untuk keluarga yang ingin agar aku berhasil ? Apakah untuk teman-teman yang ingin menungguku sukses ? Ataukah hanya untuk membuktikan pada dunia ... bahwa aku bukan orang yang gagal ?
Aku selalu mencoba untuk menjadi kuat, aku selalu mencoba untuk terlihat mampu, dan aku selalu mencoba untuk tidak menunjukkan air mata meski hatiku nyaris hancur.
Aku berlari sekuat yang aku bisa, mengejar sesuatu yang entah ... pengakuan ? Penerimaan ? Atau hanya ingin membuktikan bahwa aku layak untuk dicintai ?
Seringkali aku merasa, aku berjuang agar tak dipandang rendah oleh orang lain.
Tapi semakin jauh aku berlari, semakin aku merasa kosong. Karena ternyata, aku tidak benar-benar berjuang untuk diriku sendiri. Aku hanya takut ... tak dianggap, tak dilihat, dan tak diakui.
Lalu aku terdiam.
Apakah ini perjuangan ... atau justru pelarian?
Dan di titik itu aku sadar ...
Selama ini aku terlalu sibuk membuktikan diriku dihadapan orang lain. Aku lupa, bahwa perjuangan paling tenang adalah saat aku tak lagi berjuang untuk dunia, tapi untuk kembali pulang dengan jiwa yang lebih jujur dan utuh.
Hari ini, aku ingin memperbaiki niatku- aku ingin berjuang bukan untuk dilihat, tapi agar aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Dan jika aku harus terus melangkah, biarlah langkah ini mengarah pada ketenangan, dan bukan sekedar pengakuan.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.
Komentar
Posting Komentar