SEBENARNYA KEMANA TAKDIR INI AKAN MEMBAWAKU ?

Kadang aku duduk diam, memandang langit, dan bertanya dalam hati, "sebenarnya kemana takdir ini akan membawaku?"

Langkah terasa berat, dunia seperti terlalu luas, dan aku ... hanya seseorang yang mencoba bertahan.

Ada hari-hari dimana semuanya terasa membingungkan. Dan hari dimana aku merasa terlalu lelah bahkan untuk sekedar berharap, karena semua yang ku lakukan terasa sia-sia.

Aku tidak tahu pasti kemana langkah ini akan berakhir. Kadang aku merasa seperti berjalan di dalam kabut- tak bisa melangkah jauh, hanya cukup untuk melangkah satu tapak ke depan. Dan itupun seringkali terasa berat.

Tapi mungkin ... memang begitulah cara hidup berjalan. Bukan untuk selalu tahu arah, melainkan untuk belajar percaya. Bahwa ada kekuatan lembut yang menjaga, meski dunia terasa sunyi dan hati sering tak mengerti.

Dan mungkin, takdir bukan sesuatu yang harus ku tahu sekarang. Melainkan sesuatu yang akan ku pahami nanti ... saat aku sudah cukup kuat untuk mengerti.

Terkadang, jalan yang berliku dan penuh luka adalah cara semesta melatih ku untuk menjadi lebih bijak, lebih sabar, dan lebih lembut pada diriku sendiri. Dan meski sekarang masih terasa asing, bisa jadi semua ini bukan akhir- melainkan bagian dari cerita yang akan indah jika kulihat dari jauh.

Jadi, mungkin saja takdir bukan selalu tentang tempat yang kutuju, tapi tentang siapa aku saat sampai disana. Tentang sabar yang tumbuh, tentang luka yang perlahan sembuh, dan tentang harapan yang tak padam walau sering nyaris padam.

Jika aku sedang tersesat, bukan berarti aku tak akan sampai. Mungkin ini hanya bagian dari prosesku menemukan bahwa aku tak sendiri, bahwa semesta tak pernah benar-benar diam.

Tak apa jika sekarang aku hanya bisa berjalan perlahan. Tak apa jika sesekali aku ingin berhenti menangis. Yang penting, aku tetap disini. Masih mencoba, masih berharap, dan masih percaya bahwa ada tujuan baik di balik semua ini.

Karena bisa jadi ...
Di balik semua ini, takdir sedang menuntun ku menuju versi terbaik dari diriku sendiri.











Peluk hangat,
Intaa 🌷








Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Identitas: Pengertian, Penyebab, Tanda, Dampak dan Cara Mengatasinya

50 Kalimat Motivasi dari Tokoh Dunia yang Penuh Makna

Rekomendasi Barang Aestetik Di Shopee yang Wajib Kamu Intip !