BOLEHKAH AKU BERHENTI UNTUK SELALU TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA ?
Aku lelah ... tapi tetap tersenyum. Aku rapuh ... tapi tetap bilang "tidak apa-apa." Aku hancur pelan-pelan ... tapi tetap berjalan seolah semuanya baik-baik saja.
Aku sudah mencoba untuk kuat. Dan aku pun sudah mencoba untuk tetap bertahan sejauh ini.
Setiap hari aku selalu memakai wajah yang sama- wajah yang selalu tersenyum, yang selalu bilang bahwa semuanya baik-baik saja, meski dalam hati berantakan.
Tapi hari ini ...
Bolehkah aku jujur pada diriku sendiri, bahwa aku juga lelah ?
Bolehkah aku berhenti untuk selalu terlihat baik-baik saja ?
Bolehkah aku mengakui bahwa aku juga lelah menjadi tempat sandaran, padahal aku sendiri butuh sandaran ?
Bolehkah aku tidak menyembunyikan air mataku ?
Bolehkah aku tidak menjelaskan kenapa aku diam ?
Kadang aku merasa dunia terlalu cepat. Semua orang seperti terus berlari, sementara aku ...
Hanya ingin duduk sebentar, dan menangis tanpa alasan yang bisa di pahami.
Karena menjadi 'baik-baik saja' setiap hari bukan hal yang mudah. Ada tangis yang ku telan diam-diam. Ada luka yang ku sembunyikan di balik tawa. Ada jerit yang ku tahan karena takut dianggap lemah.
Padahal aku hanya ingin ...
Dilihat, bukan hanya dari senyumku. Dipahami, bukan hanya dari kata "aku tidak apa-apa." Di dengar, tanpa harus menjelaskan panjang lebar.
Aku hanya ingin menjadi manusia. Manusia yang boleh punya hari buruk, yang tak harus menguatkan semuanya setiap waktu. Yang boleh merasa kosong, bingung, marah, takut ... tanpa dihukum oleh ekspetasi orang lain.
Karena terkadang ...
Yang paling ku inginkan hanyalah dipeluk. Bukan secara fisik, tapi oleh pengertian dan rasa aman.
Jadi hari ini ...
Jika dunia tak memberiku ruang untuk jujur, bolehkah aku menciptakan ruang itu sendiri ? Ruang dimana aku bisa bernapas, dan menjadi apa adanya.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Aku sudah mencoba untuk kuat. Dan aku pun sudah mencoba untuk tetap bertahan sejauh ini.
Setiap hari aku selalu memakai wajah yang sama- wajah yang selalu tersenyum, yang selalu bilang bahwa semuanya baik-baik saja, meski dalam hati berantakan.
Tapi hari ini ...
Bolehkah aku jujur pada diriku sendiri, bahwa aku juga lelah ?
Bolehkah aku berhenti untuk selalu terlihat baik-baik saja ?
Bolehkah aku mengakui bahwa aku juga lelah menjadi tempat sandaran, padahal aku sendiri butuh sandaran ?
Bolehkah aku tidak menyembunyikan air mataku ?
Bolehkah aku tidak menjelaskan kenapa aku diam ?
Kadang aku merasa dunia terlalu cepat. Semua orang seperti terus berlari, sementara aku ...
Hanya ingin duduk sebentar, dan menangis tanpa alasan yang bisa di pahami.
Karena menjadi 'baik-baik saja' setiap hari bukan hal yang mudah. Ada tangis yang ku telan diam-diam. Ada luka yang ku sembunyikan di balik tawa. Ada jerit yang ku tahan karena takut dianggap lemah.
Padahal aku hanya ingin ...
Dilihat, bukan hanya dari senyumku. Dipahami, bukan hanya dari kata "aku tidak apa-apa." Di dengar, tanpa harus menjelaskan panjang lebar.
Aku hanya ingin menjadi manusia. Manusia yang boleh punya hari buruk, yang tak harus menguatkan semuanya setiap waktu. Yang boleh merasa kosong, bingung, marah, takut ... tanpa dihukum oleh ekspetasi orang lain.
Karena terkadang ...
Yang paling ku inginkan hanyalah dipeluk. Bukan secara fisik, tapi oleh pengertian dan rasa aman.
Jadi hari ini ...
Jika dunia tak memberiku ruang untuk jujur, bolehkah aku menciptakan ruang itu sendiri ? Ruang dimana aku bisa bernapas, dan menjadi apa adanya.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.
Komentar
Posting Komentar