APA AKU SUDAH MELANGKAH KE ARAH YANG BENAR ?
Ada kalanya aku diam, menatap langit, dan membiarkan pikiranku mengembara jauh ...
Bukan karena aku lelah, tapi karena aku bingung- benarkah jalan yang kupilih ini ?
Seringkali aku merasa bingung ... bukan karena aku tak ingin maju, tapi karena aku tak tahu apakah langkahku ini sedang menuju cahaya, atau hanya berputar dalam gelap yang sama.
Dulu aku percaya bahwa hidup punya arah yang jelas. Tapi ternyata, hidup tidak seindah rencana. Saat aku harus merelakan impian dan kehilangan kesempatan, rasanya seperti dunia telah menutup pintu untukku- dan aku berdiri di luar, bingung harus kemana.
Dan sejak saat itu, aku seperti sedang mengejar sesuatu yang tak pasti. Mungkin pengakuan, atu bahkan penerimaan. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa. Aku ingin mereka tahu bahwa aku tidak gagal, dan bahwa aku masih pantas di hargai.
Tapi ternyata, mengejar pengakuan itu sangat melelahkan. Karena semakin aku mencari pembenaran dari orang lain, semakin aku kehilangan jati diriku sendiri. Dan semakin aku ingin dianggap berharga, semakin aku merasa tidak cukup.
Lalu, aku berhenti sejenak. Mencoba menengok ke belakang, dan melihat semua luka dan lelah yang pernah kulalui. Dan untuk pertama kalinya, aku bertanya dengan jujur : "apa arah yang benar itu ... harus selalu terlihat hebat dimata orang lain?"
Mungkin arah yang benar itu bukan tentang kesuksesan yang gemilang, dan bukan tentang jadi seperti yang dulu aku bayangkan. Tapi tentang menjadi seseorang yang tetap bertahan walau hidup tak sesuai harapan. Dan menjadi seseorang yang tetap lembut walau pernah di hancurkan.
Hari ini, aku masih tidak tahu pasti apakah langkahku benar. Tapi aku tahu satu hal : aku tidak menyerah, aku masih berjalan, dan aku masih menemukan kedamaian meski perlahan.
Dan mungkin ... itu sudah cukup disebut melangkah ke arah yang benar.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Bukan karena aku lelah, tapi karena aku bingung- benarkah jalan yang kupilih ini ?
Seringkali aku merasa bingung ... bukan karena aku tak ingin maju, tapi karena aku tak tahu apakah langkahku ini sedang menuju cahaya, atau hanya berputar dalam gelap yang sama.
Dulu aku percaya bahwa hidup punya arah yang jelas. Tapi ternyata, hidup tidak seindah rencana. Saat aku harus merelakan impian dan kehilangan kesempatan, rasanya seperti dunia telah menutup pintu untukku- dan aku berdiri di luar, bingung harus kemana.
Dan sejak saat itu, aku seperti sedang mengejar sesuatu yang tak pasti. Mungkin pengakuan, atu bahkan penerimaan. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa. Aku ingin mereka tahu bahwa aku tidak gagal, dan bahwa aku masih pantas di hargai.
Tapi ternyata, mengejar pengakuan itu sangat melelahkan. Karena semakin aku mencari pembenaran dari orang lain, semakin aku kehilangan jati diriku sendiri. Dan semakin aku ingin dianggap berharga, semakin aku merasa tidak cukup.
Lalu, aku berhenti sejenak. Mencoba menengok ke belakang, dan melihat semua luka dan lelah yang pernah kulalui. Dan untuk pertama kalinya, aku bertanya dengan jujur : "apa arah yang benar itu ... harus selalu terlihat hebat dimata orang lain?"
Mungkin arah yang benar itu bukan tentang kesuksesan yang gemilang, dan bukan tentang jadi seperti yang dulu aku bayangkan. Tapi tentang menjadi seseorang yang tetap bertahan walau hidup tak sesuai harapan. Dan menjadi seseorang yang tetap lembut walau pernah di hancurkan.
Hari ini, aku masih tidak tahu pasti apakah langkahku benar. Tapi aku tahu satu hal : aku tidak menyerah, aku masih berjalan, dan aku masih menemukan kedamaian meski perlahan.
Dan mungkin ... itu sudah cukup disebut melangkah ke arah yang benar.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.
Komentar
Posting Komentar