AKU INGIN PULANG KE DIRIKU SENDIRI
Ada saat-saat dimana aku merasa asing ... bahkan pada diriku sendiri. Cermin menampilkan wajah yang kukenal, tapi hatiku ... terasa jauh, sunyi, dan tak sepenuhnya hadir.
Entah sejak kapan ... aku merasa jauh dari diriku sendiri. Hari-hari terasa seperti berlari, mengejar sesuatu yang bahkan aku sendiri tak tahu apa.
Aku sering tersenyum, tapi tak benar-benar bahagia. Aku berbicara, tapi tak benar-benar di dengar. Aku ada tapi rasanya seperti menghilang pelan-pelan.
Mungkin, aku terlalu sering menjadi apa yang dunia minta. Terlalu sering memaksakan senyum, padahal hatiku ingin menangis. Dan terlalu sering berkata 'tidak apa-apa' meski nyatanya, aku hampir runtuh.
Dan diantara semua keramaian yang melelahkan itu,
Aku mulai rindu ...
Bukan pada seseorang.
Tapi pada diriku sendiri.
Terkadang, aku duduk sendiri dan bertanya, "kapan terakhir kali aku benar-benar jujur pada diriku sendiri ?" Bukan soal pencapaian, bukan soal siapa yang bangga ... tapi tentang hati yang tenang, tentang tidur yang damai tanpa beban, tentang diriku ... yang bisa merasa utuh tanpa pengakuan siapa-siapa.
Dan dititik ini, aku hanya ingin pulang.
Pulang kediriku yang tak takut untuk menjadi dirinya sendiri, meski tak sempurna.
Pulang Kediriku yang jujur dan tak berpura-pura kuat.
Pulang kediriku yang tak menuntut untuk selalu sempurna.
Pulang kediriku yang cukup hanya menjadi- tanpa harus membuktikan apa-apa.
Dan Pulang kediriku yang bisa mencintai dirinya sendiri, walau masih belajar, dan walau tak selalu benar.
Aku hanya ingin bertemu lagi dengan diriku yang dulu bisa tertawa lepas, yang bisa menangis tanpa malu, dan yang berani bilang, "aku butuh istirahat" tanpa takut di cap lemah.
Jika aku harus menangis dan harus jatuh, tak apa. Asal aku bisa kembali ke pelukan diriku sendiri. Ke tempat dimana aku tak harus menjelaskan kenapa aku berbeda. Tempat dimana aku boleh gagal, tapi tetap layak dicintai.
Karena sejauh apapun aku berlari, aku hanya ingin kembali ... menjadi aku. Yang mungkin tidak sempurna, tapi jujur dan damai.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Entah sejak kapan ... aku merasa jauh dari diriku sendiri. Hari-hari terasa seperti berlari, mengejar sesuatu yang bahkan aku sendiri tak tahu apa.
Aku sering tersenyum, tapi tak benar-benar bahagia. Aku berbicara, tapi tak benar-benar di dengar. Aku ada tapi rasanya seperti menghilang pelan-pelan.
Mungkin, aku terlalu sering menjadi apa yang dunia minta. Terlalu sering memaksakan senyum, padahal hatiku ingin menangis. Dan terlalu sering berkata 'tidak apa-apa' meski nyatanya, aku hampir runtuh.
Dan diantara semua keramaian yang melelahkan itu,
Aku mulai rindu ...
Bukan pada seseorang.
Tapi pada diriku sendiri.
Terkadang, aku duduk sendiri dan bertanya, "kapan terakhir kali aku benar-benar jujur pada diriku sendiri ?" Bukan soal pencapaian, bukan soal siapa yang bangga ... tapi tentang hati yang tenang, tentang tidur yang damai tanpa beban, tentang diriku ... yang bisa merasa utuh tanpa pengakuan siapa-siapa.
Dan dititik ini, aku hanya ingin pulang.
Pulang kediriku yang tak takut untuk menjadi dirinya sendiri, meski tak sempurna.
Pulang Kediriku yang jujur dan tak berpura-pura kuat.
Pulang kediriku yang tak menuntut untuk selalu sempurna.
Pulang kediriku yang cukup hanya menjadi- tanpa harus membuktikan apa-apa.
Dan Pulang kediriku yang bisa mencintai dirinya sendiri, walau masih belajar, dan walau tak selalu benar.
Aku hanya ingin bertemu lagi dengan diriku yang dulu bisa tertawa lepas, yang bisa menangis tanpa malu, dan yang berani bilang, "aku butuh istirahat" tanpa takut di cap lemah.
Jika aku harus menangis dan harus jatuh, tak apa. Asal aku bisa kembali ke pelukan diriku sendiri. Ke tempat dimana aku tak harus menjelaskan kenapa aku berbeda. Tempat dimana aku boleh gagal, tapi tetap layak dicintai.
Karena sejauh apapun aku berlari, aku hanya ingin kembali ... menjadi aku. Yang mungkin tidak sempurna, tapi jujur dan damai.
Peluk hangat,
Intaa 🌷
Terima kasih sudah membaca. Semoga kamu bisa merasa ditemani disini.
Komentar
Posting Komentar